Sekolah Dasar Di Desa Plangwot Kebanjiran

Akibat luapan sungai Bengawan Solo, beberapa sekolah di daerah Lamongan terkena imbasnya, sekolah-sekolah tersebut terendam banjir hingga ketinggian 30-50 cm. Salah satu Sekolah Dasar yang terendam banjir adalah Sekolah Dasar Negeri Plangwot 1, akibat banjir yang lumayan tinggi, mengakibatkan aktifitas belajar dan mengajar di Sekolah Dasar Negeri Plangwot 1 dipindahkan ke mushola yang lokasinya dekat dari SD tersebut, kebetulan mushola yang akhirnya dijadikan kelas darurat tersebut bebas dan aman dari banjir, walau demikian, dikarenakan ruangan mushola yang cukup kecil, sehingga kurang representati f dan membuat beberapa anak harus berdesak-desakan saat kegiatan belajar berlangsung.

Sekolah Dasar Di Desa Plangwot Kebanjiran

Terlihat siswa-siswa yang mengikuti pembelajaran tidak begitu berkonsentrasi, namun semangat para siswa untuk terus mengikuti kegiatan belajar dengan kondisi darurat patut diacungi jempol. Berdasarkan pengakuan salah satu guru bernama Sri Asih, kejadian banjir sempat membuat para siswa dan guru-guru kaget karena banjir mencapai ketinggain pinggang orang dewasa di beberapa titik sedangkan ruangan kelas rata-rata mencapai ketinggian 50 cm, apalagi Sekolah Dasar tersebut akan menjalani ujian semester pada hari senin nanti, apabila ruangan kelas masih belum kondusif maka opsi untuk mushola akan kembali digunakan untuk ruangan ujian darurat.

Hal itu ditempuh dikarenakan belum ada ruangan pengganti terdekat yang lebih layak dan tidak memberatkan orang tua murid. Pihak sekolah berprinsip, walau bagaimanapun juga kegiatan belajar-mengajar harus tetap berjalan agar murid tetap mendapatkan ilmu pengetahuan sehingga kegiatan ujian bisa digelar sesuai jadwal, kebetulan sekali mushola yang kini dipakai untuk kelas darurat, lokasinya cukup tinggi sehingga aman dari banjir.

Diketahui sebelumnya bahwa sudah tiga hari banjir merendam area Lamongan dan sekitarnya dikarenakan Sungai Bengawan Solo meluap sehingga membanjiri beberapa kecamatan disekitarnya. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lamongan, akibat luapan sungai Bengawan Solo tercatat ada 4 kecamatan terkena banjir yakni Kecamatan Babat, Kecamatan Glagah, Kecamatan Laren, dan Kecamatan Maduran sehingga apabila ditotal ratusan rumah terendam banjir, tidak hanya itu, puluhan hektar lahan pertanian juga ikut terendam banjir sehingga membuat kegiatan pertanian dikawasan tersebut tertunda, hingga kini total kerugian materil para korban banjir belum tercatat secara resmi.

READ :  Bencana Longsor Melanda Desa Tondong Belang

Menaggapi kejadian tersebut, Polres Lamongan menurunkah pasukan untuk membantu para korban banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Mereka mengunjungi para korban dan mendirikan posko siaga bencana di Desa Plangwot. Dibandingkan 3 desa lainnya di area Lamongan, Desa Plangwot memang terbilang lebih parah dikarenakan beberapa area termasuk Sekolah Dasar Negeri Plangwot 1 terendam cukup tinggi sehingga membuat beberapa warga mengungsi sementara waktu.

Selain itu pula sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, dikarenakan ketinggian air mencapai 50 cm bahkan lebih, membuat kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Dasar tersebut dipindahkan sementara waktu sampai ruangan kelas dinilai cukup kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Sedangkan untuk 3 desa lainnya yang terdampak banjir, tidak didapat laporan pemindahan kegiatan belajar mengajar di desa-desa tersebut. Oleh karena itu, Polres Lamongan memprioritaskan Desa Plangwot agar permasalahan yang dialami warga segera bisa diatasi.

Dilaporkan juga akibat luapan Sungai Bengawan Solo mengakibatkan beberapa akses jalan terputus sehingga mengganggu aktifitas warga. Kejadian ini diharapkan segera mendapat perhatian dan tindakan dari pemerintah setempat agar warga dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala, dan siswa yang terkendala kegiatan belajarnya seperti di SDN Plangwot 1 bisa kembali belajar.

Sekolah Dasar Di Desa Plangwot Kebanjiran | phreeque | 4.5