POJK Equity Crowdfunding, Harapan Baru Perusahaan Kecil

Equity Crowdfunding merupakan sebuah sistem baru, dimana pengusaha kecil atau perusahaan startup bisa mendapatkan modal dengan menjual saham. Penjualan saham ini dilakukan secara online, dan diberi aturan khusus oleh Otoritas Jasa Keuangan yang sering disebut sebagai POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan). Artikel ini akan membahas mengenai rincian POJK equity crowdfunding.

POJK Equity Crowdfunding, Harapan Baru Perusahaan Kecil

Peraturan Untuk Penyelenggara Crowdfunding

Penyelenggara crowdfunding, adalah perusahaan yang memberikan layanan penjualan saham secara online untuk melakukan crowdfunding. Pihak penyelenggara memiliki tanggung jawab untuk menawarkan saham dari suatu perusahaan ke investor. Berikut adalah beberapa peraturan dasar yang harus dipenuhi saat pengajuan izin menyelenggarakan crowdfunding kepada OJK.

  1. Berbentuk PT atau Koperasi

Penyelenggara Crowdfunding harus memiliki bentuk perusahaan yang jelas yaitu Perseroan Terbatas. Bentuk perusahaan ini, memiliki ciri khusus dimana pemilik perusahaan adalah pemilik saham. Hak dan kewajiban atas perusahaan dibagi berdasarkan keputusan dan besar saham yang dimiliki.

Perusahaan jenis ini biasanya digunakan untuk tujuan komersil dan tidak menggunakan fasilitas negara. Bentuk lain dari penyelenggara crowdfunding yang diperbolehkan dalam POJK crowdfunding, adalah koperasi. Berbeda dengan PT, koperasi adalah badan usaha yang digerakkan oleh anggota untuk kebutuhan bersama.

  1. Jumlah Maksimal Pemegang Saham

Dalam badan usaha penyelenggara crowdfunding, pojk menentukan jumlah maksimal pemegang saham sebanyak 300 orang. Ini merupakan aturan standar sebuah perusahaan. Setiap pemegang saham memiliki jumlah yang tetap dan berhak atas keuntungan yang didapatkan dari layanan penyelenggara crowdfunding tersebut.

  1. Modal Minimal Dan Maksimal

Saat pengajuan izin pada OJK, pihak penyelenggara perlu memberikan bukti jumlah modal yang dimiliki. Saat melakukan pengajuan izin, modal minimal adalah 2,5 miliar rupiah. Sedangkan modal maksimal sebesar 18 miliar rupiah.

  1. Memiliki Ahli Teknologi Informasi (TI)
READ :  8 Platform Pendanaan Crowdinvesting Indonesia

Sebagai penyedia layanan yang akan bekerja dengan basis online, maka wajib ada pekerja yang ahli dalam bidang IT. Ahli ini kemudian bertugas untuk mengurus website, pengelolaan data, bahkan meneliti rekam jejak calon investor dan calon pengguna layanan crowdfunding tersebut.

Keempat syarat tersebut harus dipenuhi penyelenggara layanan crowdfunding saat akan mengajukan izin pada OJK. Semua syarat yang harus dipenuhi kemudian dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang sah dimata hukum.

Peraturan Untuk Penerbit

Penerbit merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan pemiliki usaha yang menjual sahamnya. Penerbit saham harus memenuhi syarat yang tercantum dalam POJK equity crowdfunding sebagai berikut.

  1. Harus Berbentuk PT

Sama halnya dengan penyelenggara, perusahaan penerbit harus berbentuk PT. Jika badan usaha masih belum mengurus surat-surat untuk menentukan bentuk perusahaan, maka tidak bisa didaftarkan sebagai penerbit saham. Bentuk PT akan memberikan keamanan lebih bagi pihak penerbit, penyelenggara maupun pemegang saham karena sah di hadapan hukum dan dilindungi dengan hukum yang berlaku.

  1. Kekayaan Perusahaan Maksimal

Sebagai penerbit saham di crowdfunding, perusahaan tersebut harus memiliki kekayaan kurang dari 10 miliar. Kekayaan ini diluar harga bangunan dan tanah yang ditempati untuk perkantoran. Jadi uang 10 miliar dapat berupa fasilitas dan modal utama perusahaan dalam bentuk simpanan.

  1. Bekerja Secara Mandiri

Arti dari peraturan ini adalah, perusahaan tidak dikendalikan oleh kalangan konglomerat atau perusahaan lain. Jadi perusahaan ini benar-benar merupakan badan usaha mandiri, atau start up yang masih membutuhkan bantuan dalam hal pendanaan.

  1. Bukan Perusahaan Tbk

Perusahaan tbk atau terbuka, merupakan perusahaan yang telah dimiliki oleh minimal 300 pemegang saham. Saham perusahaan terbuka bahkan bisa dijual kepada masyarakat di bursa efek, sehingga kepemilikan saham perusahaan bisa terdapat pada banyak orang.

READ :  Usaha Yang Menjanjikan Di Masa Depan Yang Paling Banyak Diminati

Perusahaan yang menjadi anak dari perusahaan terbuka juga tidak bisa menjadi penerbit saham di crowdfunding, karena menggunakan sistem kepemilikan saham yang berbeda. Terlebih lagi, perusahaan tbk pasti sudah memiliki dana yang cukup besar untuk dijadikan modal produksi atau layanan yang diberikan.

Empat peraturan bagi penerbit saham atau start up yang akan menggunakan layanan crowdfunding harus benar-benar diperhatikan oleh pihak penyelenggara. Bahkan, dalam pelaksanaan pengajuan crowdfunding, data perusahaan juga diteliti untuk mengetahui manajemen keuangan yang telah diterapkan dalam perusahaan calon penerbit.

Crowd funding memberikan sebuah harapan bagi Indonesia untuk mewujudkan negara dengan angka produksi tinggi. POJK Equity Crowdfunding, memberikan harapan pada masyarakat untuk mulai berani mendirikan usaha mandiri meski dengan modal terbatas.

POJK Equity Crowdfunding, Harapan Baru Perusahaan Kecil | phreeque | 4.5