Penyelewengan Mantan Kades Ulak Lebar

Kasus penyelewengan program dana desa dari pemerintah pusat kembali terjadi, kali ini terduga pelakunya adalah Mantan Kepala Desa Ulak Lebar, berinisial Z usia 41 tahun. Kasus penyelewengan ini terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK melakukan proses audit Anggaran Pendapatan dan Belanaja Desa (APBDes) pada tahun 2018 lalu.

Penyelewengan Mantan Kades Ulak Lebar

Dari hasil audit tersebut ditemukan banyak penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh oknum mantan Kades tersebut, tercatat dari total dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah sebesar 801 juta rupiah ternyata disalahgunakan oleh mantan Kades Ulak Lebar tersebut untuk memperkaya diri sendiri dengan membeli berbagai macam barang seperti kendaraan roda empat dan barang-barang pribadi lainnya, sehingga diperkirakan kerugian negara akibat kasus ini sebesar 359 juta.

Selain digunakan untuk pembelian barang-barang pribadi, tersangka juga menggunakan bantuan pemerintah tersebut untuk berpergian keluar kota.

Modus kejahatan yang dilakukan tersangka dimulai pada tahun 2017 lalu melalui penarikan dana desa tahap pertama di Bank Sumsel dengan nominal 481 juta, setelah dana tersebut diperoleh, tersangka menggunakan dana tersebut untuk membeli sebuah kendaraan minibus padahal seharusnya dana tersebut langsung digunakan untuk kepentingan pembangunan desa.

Akibat perbuatannya tersebut, kini mantan Kades ULak Lebar tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di pengadilan, dan hukuman pidana sudah menanti untuk ketuk palu.

Tindakan penyelewengan seperti in sepatutnya tidak perlu terjadi jika tiap pemimpin di desa memiliki mental jujur dan amanah sehingga dapat mengembang tugasnya dengan baik dan mampu menyalurkan segala bantuan baik itu berupa uang maupun barang yang diperuntukkan untuk pembangunan desa dengan merata dan tepat sasaran.

Kasus seperti ini tentu sangat disayangkan karena timpang sekali dengan tujuan awal program dana desa itu sendiri dimana pemerintah menyelenggarakan program dana desa itu bertujuan untuk peningkatan ekonomi di pedesaan bukan ekonomi segelintir orang, sehingga dikhawatirkan dengan maraknya kasus penyelewengan dana desa ini akan berimbas kepada pembangunan desa tersebut dan tujuan utama dari program dana desa tidak bisa tercapai dengan maksimal, selain itu pula dikhawatirkan modus seperti ini akan ditiru oleh perangkat desa yang lainya dikarenakan lemahnya pengawasan.

READ :  Menggali Potensi Desa Wisata dan Mengembangkannya Menjadi Kawasan Wisata

Oleh karena itu, belajar dari kasus-kasus yang sudah terjadi seharusnya pemerintah sebagai pusat pendanaan bisa melakukan dan memperbaiki proses pengawasan disamping meningkatkan jumlah bantuan dana desa tersebut agar dapat meminimalisir jumlah penyimpangan yang terjadi.

Selain itu pula fasilitas pendampingan juga diperlukan agar perangkat desa yang menjalankan program dana desa langsung di desanya dapat menjalankan program tersebut dengan amanah dan tepat sasaran sehingga para pelaku bisnis di desa tersebut dapat mengembangkan bisnisnya dan tercipta kesejahteraan ekonomi didesa tersebut.

Selain itu pula, program pelatihan bagi aparatur desa tersebut juga diperlukan agar mereka dapat mengelola dana desa dengan baik karena sudah banyak contoh BUMDes yang menyelenggarakan dana desa akhirnya harus tutup atau tidak ada kegiatan sama sekali dikarenakan staf BUMDes tidak memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Selain itu pula diperlukan pelatihan berkaitan dengan pembangunan karakter dan mental staf BUMDes itu sendiri, sehingga selain memiliki kemampuan teknikan, pengelola dana desa itu sendiri juga diharapkan memiliki karakter dan mental yang positif agar dapat meminimalisir penyimpangan dana desa.

Selain itu diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dengan aparatut desa sebagai pengelola dana desa sehingga segala kelebihan dan kekurangan yang terjadi pada penyelenggaraan dana desa dapat dinilai dan dievaluasi agar program dana desa tahun-tahun selanjutnya dapat berjalan dengan lebih baik lagi.

Penyelewengan Mantan Kades Ulak Lebar | phreeque | 4.5