Pengelolaan Dana Desa Untuk Menekan Kemiskinan

Pengelolaan Dana Desa – Menurut hasil pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang dilakukan pemerintah bersama DPR. Pemerintah telah memasukkan dana transfer ke daerah dan dana desa sebagai salah satu jenis belanja pemerintah. Karena itu, tercatat sejak tahun 2014 dana desa telah mulai digulirkan dengan jumlah alokasi yang selalu bertambah setiap tahun.

Pengelolaan Dana Desa Untuk Menekan Kemiskinan

Sekarang ini kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah mempersiapkan Satgas Dana Desa untuk mengaudit dana desa. Sementara dilain pihak, aparat pengawas bidang keuangan BPK dan BPKP tengah giat mengaudit pengelolaan dana untuk desa karena banyaknya aparat desa yang tertangkap KPK melakukan penyelewengan dana yang telah digelontorkan.

Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pembangunan

Dana desa adalah salah satu program pemerintahan untuk membangun Indonesia dari bawah. Pada APBN 2018 pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 60 triliun dan meningkat menjadi Rp 73 triliun pada RAPBN 2019. Diharapkan dengan diberikannya dana pada desa, infrastruktur dan layanan yang ada di desa baik pendidikan serta kesehatan bisa menjadi lebih baik. Sehingga ekonomi penduduk desa juga meningkat.

Pada umumnya ekonomi di pedesaan lebih bergantung pada hasil pertanian. Sedangkan sekarang ini, lahan pertanian semakin berkurang karena banyak lahan yang dijadikan pemukiman warga. Hal ini membuat banyak penduduk desa memilih untuk pergi ke kota dengan harapan mendapat penghidupan yang lebih baik.

Padahal sekarang ini pedesaan telah mampu meningkatkan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dengan memanfaatkan dana yang digulirkan pemerintah. Dengan memperbaiki infrastruktur dan layanan yang ada di desa. Berdasarkan pada data Kemendesa PPDT, dana yang diberikan telah digunakan untuk pembangunan 158.619 km jalan desa, 1.028.225 m jembatan, 6.931 pasar desa, 14.770 unit BUMDES , 3.026 unit embung, 39.351 unit irigasi, 4.710 unit tambatan perahu, 177.991 unit MCK, 8.026 unit polindes, dan 942.902 unit sarana air bersih. Dengan semua pembangunan ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat desa bisa lebih meningkat.

READ :  Meningkatkan Ekonomi Di Desa Berkembang Melalui Pelaksanaan BUMDes

Badan Pusat Statistika telah merilis pada maret 2018 bahwa jumlah kemiskinan di Indonesia menurun hingga 9,82 persen dibandingkan pada sepetember 2017 yang mencapai 10,12 persen. Peningkatan alokasi dana desa tentu diharapkan bisa semakin menekan angka kemiskinan khususnya di pedesaan.

Pengelolaan Dana Desa Untuk Usaha

Untuk meningkatkan kualitas hidup, masyarakat pedesaan harus memiliki usaha yang bisa meningkatkan ekonominya. Di era yang serba online ini, usaha online lebih berkembang dibandingkan dengan usaha offline. Internet dianggap sebagai sarana untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Karena itu, ketersediaan jaringan internet dianggap hal yang penting.

Jika belum memiliki jaringan internet di desa, pengelola dana desa bisa menyediakannya menggunakan dana yang diberikan. Penduduk pedesaan bisa memanfaatkan jaringan internet dan media sosial sebagai marketplace bagi produk usaha yang dihasilkan oleh desa. Sebelum memulai sebuah usaha, desa harus mencari potensi yang ada didesa tersebut. Yang dapat terdiri dari sumber daya alam, sumber daya manusia dan kebudayaan yang ada di desa.

Setelah ditemukannya potensi, tentu dibutuhkan pengembangan keterampilan dan kerja sama dengan pihak lain agar mempermudah jalannya usaha. Desa juga bisa mengikut sertakan para pemuda desa yang lebih mengerti bidang online untuk membantu mempublikasikannya.

Untuk pengembangan usaha desa pastilah dibutuhkan dana dalam pengelolaannya. Karenanya, pengelola dana desa bisa mengeluarkan dana tersebut untuk membantu mengembangkan usaha desa. Jika desa mampu mengembangkan usaha dengan baik, tentu pendapatan bisa meningkat dan mampu menaikkan taraf ekonomi desa. Desa akan semakin maju dan kualitas hidup penduduk desa juga akan lebih baik.

Pengelolaan Dana Desa Untuk Menekan Kemiskinan | phreeque | 4.5