Lalui 4 Tahapan Untuk Pengajuan PIRT

Banyak sekali UKM yang masih cukup bingung mengenai seperti apa cara mengajukan ijin PIRT. Padahal dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), membuat tingkat persaingan akan semakin sengit.

Efek dari MEA ini bisa membuat dengan mudah produk-produk dari nega-negara Asean bisa masuk ke Indonesia. Jika usaha Anda tidak ingin gulung tikar sebaiknya segeralah untuk mengajukan ijin PIRT secepatnya.

Lalui 4 Tahapan Untuk Pengajuan PIRT

Kenapa PIRT menjadi cukup penting? Lalu apa hubungannya PIRT dengan produk-produk yang diproduksi oleh UKM? Sebab PIRT ini bisa membuat produk Anda semakin dipercaya oleh para konsumen yang pada ujungnya bisa meningkatkan daya saing.

Jadi ketika produk Anda mendapatkan ijin PIRT ini, secara market akan sangat berpengaruh. Terlebih lagi saat ini para konsumen sudah lebih cerdas dalam memilih dan memilah produk-produk tertentu.

Memangnya apa itu PIRT? PIRT ini merupakan singkatan dari Pangan Industri Rumah Tangga. PIRT ini merupakan izin yang dibutuhkan oleh para pengusaha UKM supaya bisa menjual produknya secara legal.

Sertifikat PIRT ini sebenarnya harus dimiliki oleh penduduk yang menggerakan industri makanan maupun minuman sekala rumah tangga. Dengan memiliki sertifikat PIRT ini, industri makanan maupun minuman bisa lebih diterima oleh retail-retail besar, mulai dari mall, supermarket, sampai agen grosir.

Sayangnya tidak mudah untuk bisa memperoleh sertifikat PIRT ini. Sebab Anda harus melalui beberapa tahapan. Sertifikat PIRT ini dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten yang sudah pasti ada di setiap provinsi.

Yang menjadi pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara dan tahapan yang harus dilalui ketika ingin mengajukan PIRT ini?

Prosedur Pengajuan Izin PIRT

Untuk bisa mendapatkan sertifikat PIRT dari dinas kesehatan setempat, beberapa tahapan yang harus Anda lewati adalah sebagai berikut ini:

  1. Datang ke Dinkes Kabupaten
READ :  Inspirasi Bisnis Online Terpercaya Modal Kecil Untung Besar

Di Dinkes nanti Anda akan disuruh mengisi formulir dari Dinkes yang harus dilengkapi juga dengan beberapa dokumen mulai dari foto 3×4 sebanyak 2 lembar dan 2×3 sebanyak satu lembar.

Selain itu jangan lupa untuk membawa fotokopi KTP, surat keterangan domisili usaha, surat keterangan kepemilikan dan penunjuk penanggung jawab usaha, dan rincian modal usaha.

Jangan lupa juga untuk menyertakan sampel pangan, denah lokasi dan bangunan, setempel perusahaan, dan data industri dan rumah tangga pangan. Setelah Anda melengkapi semua itu, barulah bisa menuju ke langkah berikutnya.

  1. Mengikuti PKP

Setelah itu Anda harus mengikuti PKP, yakni Penyeluhan Keamanan Pangan. Dalam penyuluhan ini, supaya bisa lolos tahap ke dua ini Anda harus lulus post test minimal dengan nilai 60.

  1. Survei Tempat

Setelah Anda lulus tahap ke dua, Dinkes akan mensurvei tempat produksi milik Anda. Sebaiknya Anda harus mempersiapkannya dengan baik. Ilmu-ilmu yang sudah Anda dapatkan di PKP bisa diaplikasikan di sini.

  1. Pengambilan Sertivikat

Setelah tempat produksi Anda disurvei oleh Dinkes setempat, selang 2 minggu sebaiknya datang ke kantor Dinkes untuk mengambil sertivikat PKP dan PIRT produk usaha Anda.

Jadi sebenarnya bukan hal yang sulit untuk mengajukan PIRT. Yang lebih sulit sebenarnya justru melawan kemalasan dari diri Anda sendiri. Jika usaha Anda memang layak untuk diberikan sertivikat PIRT, maka Dinkes tidak akan mempersulitnya.

Dikarenakan sertivikat PIRT ini bisa memberikan pengaruh cukup besar terhadap produk Anda, terutama dalam hal pemasaran, maka tunggu apa lagi. Segeralah untuk datang ke Dinkes terdekat guna mengajukan PIRT untuk produk UKM Anda.

Lalui 4 Tahapan Untuk Pengajuan PIRT | phreeque | 4.5