Desa Gunung Melayu Keracunan Mie

Ada sekitar 70 warga Desa Gunung Melayu yang mengalami keracunan makanan usai menyantap mie yang dihidangkan pada sebuah acara yang dilangsungkan di rumah seorang warga. Diberitakan bahwa selang tiga jam jam kemudian warga yang menyantap mie tersebut mulai mengalami gejala-gejala keracunan seperti mual dan pusing bahkan hingga muntah-muntah.

Desa Gunung Melayu Keracunan Mie

Setelah kejadian tersebut, puluhan warga yang menjadi korban keracunan dibawa ke Puskesmas Ginting yang memang berada di daerah Gunung Melayu. Dikarenakan kondisi Puskesmas yang tidak memadai untuk menampung puluhan korban keracunan, suasana di puskesmas tersebut menjadi tidak kondusif dan hampir seluruh ruangan puskesmas disesaki oleh para pasien dan keluarga pasien yang mengantarnya.

Berdasarkan keterangan saksi mata yang juga menjadi korban, mie tersebut dihidangkan saat acara pemgajian yang diselenggarakan di rumah warga bernama Atun, selain warga sekitar, keluarga atun sendiri menyantap mie yang diduga beracun tersebut, selang beberapa jam kemudian, sang saksi mata mengalami pusing-pusing sehingga segera dibawa ke puskesmas Ginting.

Suasana puskesmas berdasarkan saksi mata memang tidak kondusif karena penuh dan disesaki oleh para korban mie beracun tersebut. Hingga kini beberapa korban keracunan sudah mulai boleh pulang dan mendapat perawaran dirumah dan sebagian kecil saja korban yang masih harus mendapatkan perawatan karena beberapa faktor seperti usia.

Kepolisian melalui Polres Labuhan Batu mulai melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dengan mulai memanggil saksi-saksi yang merupakan para korban yang hadir di acara tersebut. Selain itu pula polisi sudah memanggil sang pemilik rumah, menurut pengakuan pemilik rumah mie-mie tersebut dibelinya disalah seorang pedagang di pasar, penjual ini pula akan diperiksa untuk penyelidikan lebih lanjut. Bekerja sama dengan dinas kesehatan kini kepolisian sudah memiliki sampel darah untuk segera diteliti lebih lanjut agar kasus tersebut terang benderang.

READ :  Sekolah Dasar Di Desa Plangwot Kebanjiran

Kejadian ini tentu menjadi pelajaran bagi banyak pihak, bagi penjual tentu kasus ini memberikan pelajaran untuk lebih teliti lagi terhadap barang-barang yang akan dijualnya karena tentu saja barang-barang yang resmi dijual dipasaran sudah memiliki keterangan masa berlakunya sehingga apabila sudah kadaluarsa pihak produsen maupun penjual seharusnya memusnahkannya.

Sedangkan bagi sang pemilik rumah, kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga agar dapat lebih teliti terhadap barang yang dibelinya agar tidak merugikan diri sendiri bahkan orang lain, saat ini banyak sekali oknum pedagang yang kurang jujur dalam berjualan sehingga pembeli harus lebih berhati-hati agar tidak merugikan banyak orang.

Kasus ini juga seharusnya menjadi perhatian pemerintah sebagai regulator untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang beredar di pasaraan agar tidak kecolongan sehingga masyarakat sendiri yang dirugikan. Ada banyak cara untuk membedakan produk makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa, cara yang paling mudah adalah dengan melihat tanggal kadaluarsa yang biasanya tertera di bungkus produk tersebut.

Untuk barang-barang resmi tanggal kadaluarsa wajib ada namun jangan terkecoh dengan produk palsu atau rekondisi karena tanggal kadaluarsa bisa saja dipalsukan. Cara selanjutnya untuk membedakan produk tersebut kadalauarsa adalah dengan memperhatikan kondisi fisiknya.

Kini informasi mengenai barang yang sudah kadaluarsa sangat mudah didapatkan melalui internet, beberapa kondisi umum yang menandakan barang tersebut kadaluarsa adalah warnanya yang tidak lazim atau baunya yang menyegat, atau rasanya yang sudah tidak enak dilidah, sebaiknya apabila menemukan makanan yang sudah kadaluarsa, tukarkan kembali kepada penjualnya.

Desa Gunung Melayu Keracunan Mie | phreeque | 4.5